
Bengkulu Tengah — Ketertarikan terhadap filosofi motif Batik Sungai Lemau membawa seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Dea, berkunjung langsung ke Kampung Batik Panca Mukti, Bengkulu Tengah.
Dea sebelumnya telah mengikuti kegiatan magang selama enam bulan di Batik Nitik Yogyakarta. Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik untuk mendalami dunia batik, termasuk berbagai filosofi dan nilai yang terkandung di balik setiap motif batik daerah.
Rasa penasaran Dea bermula setelah melihat berbagai konten mengenai Batik Sungai Lemau yang tersebar di sejumlah platform media sosial, seperti YouTube, Instagram, dan Facebook. Dari berbagai informasi tersebut, ia menemukan bahwa motif-motif Batik Sungai Lemau tidak hanya memiliki keunikan secara visual, tetapi juga mengandung filosofi, makna, serta doa.
Berbekal informasi lokasi melalui Google Maps, Dea kemudian melakukan perjalanan menuju Kampung Batik Panca Mukti. Setibanya di lokasi, ia berkesempatan bertemu langsung dengan pemilik usaha Batik Sungai Lemau.
Pertemuan tersebut menjadi awal dari rencana penelitian yang akan dilakukan Dea. Ia menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh mengenai filosofi dan makna yang terkandung dalam motif-motif Batik Sungai Lemau serta meminta izin untuk melakukan penelitian secara langsung di Kampung Batik Panca Mukti.
Kehadiran Dea menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap nilai budaya yang terkandung dalam Batik Sungai Lemau. Ketertarikan generasi muda dan kalangan akademisi untuk meneliti filosofi batik daerah diharapkan dapat membantu mendokumentasikan serta memperluas pengetahuan mengenai warisan budaya Bengkulu Tengah.
Batik Sungai Lemau pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kain, motif, dan warna. Di balik setiap goresannya terdapat cerita, filosofi, harapan, dan doa yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkulu Tengah.
Dari rasa penasaran lahir penelitian. Dari penelitian lahir pengetahuan. Dan dari pengetahuan, warisan budaya dapat terus dijaga dan diwariskan.
Salam Canting.
