
Bengkulu Tengah — Hari Kamis menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar Kampung Batik Panca Mukti. Pada hari tersebut, berbagai aktivitas berlangsung dalam rangka memperkenalkan dan mengembangkan Batik Sungai Lemau, mulai dari keikutsertaan dalam pameran produk lokal hingga proses produksi konten bersama TVRI.
Dalam tradisi Islam, hari Kamis termasuk salah satu hari yang memiliki keutamaan. Bersama hari Senin, Kamis merupakan waktu ketika amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Sejumlah hadis juga menyebutkan bahwa pada hari Senin dan Kamis pintu-pintu surga dibuka dan terdapat keutamaan bagi umat Islam yang memperbanyak amal kebaikan.
Keutamaan tersebut menjadi refleksi tersendiri bagi aktivitas di Kampung Batik Panca Mukti. Hari Kamis kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan pengembangan usaha, tetapi juga upaya memperkenalkan nilai budaya dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam Batik Sungai Lemau.
Salah satu kegiatan yang diikuti adalah pameran produk lokal yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring dan peluang pemasaran.
Pada hari yang sama, Kampung Batik Panca Mukti juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses syuting bersama TVRI. Proses produksi tersebut mengangkat tema mengenai aktivitas membatik serta filosofi kehidupan yang terkandung di balik proses dan karya Batik Sungai Lemau.
Melalui kegiatan tersebut, proses membatik tidak hanya diperkenalkan sebagai aktivitas menghasilkan kain bermotif, tetapi juga sebagai tradisi yang memiliki nilai, filosofi, dan pesan kehidupan. Setiap goresan canting menjadi bagian dari cerita mengenai kesabaran, ketelitian, keimanan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Rangkaian kegiatan pada hari Kamis tersebut menjadi momentum bagi Kampung Batik Panca Mukti untuk terus bersyukur atas setiap kesempatan, memperluas silaturahmi, serta membuka pintu-pintu kolaborasi baru.
Hari Kamis menjadi pengingat untuk memperbanyak kebaikan. Dari pameran lahir silaturahmi, dari kamera lahir cerita, dan dari canting lahir karya yang membawa filosofi kehidupan.
Salam Canting.
