
Bengkulu — Di tengah proses produksi yang terus berjalan, Kampung Batik Panca Mukti kembali mendapat kepercayaan untuk menghadirkan karya budaya daerah dalam sebuah agenda besar. Batik khas daerah dipilih menjadi seragam Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pengrajin. Batik yang selama ini lahir dari tangan masyarakat dan berakar pada identitas daerah kini mendapat ruang untuk dikenakan oleh para peserta kafilah dalam salah satu perhelatan keagamaan tingkat provinsi.
Pemilihan batik khas daerah sebagai seragam bukan hanya persoalan busana. Di balik setiap motif terdapat identitas, sejarah, filosofi, serta doa yang menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat Bengkulu.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras para pengrajin dalam menjaga kualitas dan keberadaan batik khas daerah.
Kain yang sebelumnya masih melalui proses pencantingan, pewarnaan, dan penyelesaian, kini dipersiapkan untuk menjadi bagian dari penampilan para kafilah yang membawa nama daerah dalam MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Bengkulu.
Dari tangan pengrajin menuju panggung MTQ. Dari sehelai kain menjadi identitas yang dikenakan bersama.
Karena ketika batik khas daerah dipakai dalam sebuah perhelatan besar, yang dibawa bukan hanya motif dan warna, tetapi juga nama daerah, budaya, dan doa yang tersulam di dalamnya.
Salam Canting.
