
Bengkulu — Pelantikan Bunda Literasi Provinsi serta Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat.
Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami, menghargai, dan menjaga berbagai pengetahuan serta kebudayaan yang dimiliki daerah.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Bunda Literasi diharapkan dapat menjadi penggerak budaya membaca sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi literasi budaya, termasuk pengenalan terhadap warisan batik daerah.
Batik tidak cukup hanya dikenakan. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami sejarah, filosofi motif, proses pembuatan, serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya.
Penguatan literasi budaya juga dapat dilakukan melalui berbagai ruang, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga sentra-sentra budaya seperti Kampung Batik Panca Mukti. Dengan demikian, budaya dapat dipelajari tidak hanya melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan para pelaku budaya.
Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi antara gerakan literasi dan pelestarian budaya di Provinsi Bengkulu.
Para Bunda Literasi diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak yang menghadirkan budaya membaca, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta kesadaran untuk mengenal dan menjaga kekayaan budaya daerah.
Literasi membuka jendela ilmu. Literasi budaya membuka mata untuk mengenal jati diri. Dan ketika keduanya berjalan bersama, generasi akan tumbuh dengan pengetahuan sekaligus akar budaya yang kuat.
Selamat dan sukses atas pelantikan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.
Semoga setiap langkah menjadi ladang amal, setiap kata menjadi cahaya ilmu, dan setiap karya menjadi jejak kebaikan bagi tumbuhnya literasi batik, literasi budaya, dan literasi bangsa.
Salam Canting.
