PERSONAL BRANDING BUKAN SEKADAR PENCITRAAN

Bengkulu — Perbedaan antara personal branding dan pencitraan menjadi salah satu pembahasan menarik dalam kegiatan Digital Clinic yang diselenggarakan oleh TVRI Stasiun Bengkulu di Balai Raya Semarak.

Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pelaku UMKM serta penggiat pariwisata dalam memanfaatkan media digital dan konten kreatif sebagai sarana untuk mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu peserta menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memahami perbedaan antara personal branding dan pencitraan di tengah semakin besarnya peran media sosial dalam membangun reputasi seseorang maupun sebuah usaha.

Personal branding pada dasarnya bukan sekadar bagaimana seseorang ingin terlihat oleh publik, melainkan bagaimana identitas, nilai, kemampuan, karya, dan konsistensi seseorang dibangun serta dikenali oleh masyarakat.

Sementara pencitraan lebih berkaitan dengan upaya membentuk persepsi tertentu di mata publik. Jika tidak disertai dengan nilai dan tindakan yang nyata, pencitraan dapat kehilangan kepercayaan ketika apa yang ditampilkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Bagi pelaku UMKM dan penggiat pariwisata, pemahaman tersebut menjadi penting karena keberadaan media digital saat ini tidak hanya digunakan untuk mempromosikan produk, tetapi juga membangun kepercayaan dan reputasi.

Dalam konteks pengembangan Batik Sungai Lemau, misalnya, membangun personal branding bukan hanya dengan menampilkan produk melalui media sosial. Lebih dari itu, diperlukan konsistensi dalam menyampaikan cerita tentang pengrajin, proses produksi, filosofi motif, kualitas produk, serta nilai budaya yang menjadi identitasnya.

Kegiatan Digital Clinic TVRI Bengkulu tersebut menghadirkan Direktur Utama LPP TVRI dan Anggota Komisi VII DPR RI sebagai narasumber, sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pemanfaatan media digital dan konten kreatif.

Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan kemampuan membangun identitas yang autentik dan konsisten.

Personal branding bukan tentang terlihat hebat di depan kamera, tetapi tentang memastikan apa yang terlihat sesuai dengan siapa kita, apa yang kita kerjakan, dan nilai apa yang kita perjuangkan.

Salam Canting.

Similar Posts