MAHASISWA MAGANG UNIHAZ BELAJAR PROSES PEWARNAAN BATIK DI KAMPUNG BATIK PANCA MUKTI

Bengkulu Tengah — Aktivitas pembelajaran membatik di Kampung Batik Panca Mukti kembali diwarnai kehadiran mahasiswa magang dari Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (UNIHAZ).

Lima mahasiswa, yaitu Delvi, Alya, Gina, Alfi, dan Samuel, terlihat tekun mengikuti proses pewarnaan kain batik, salah satu tahapan penting dalam rangkaian produksi Batik Sungai Lemau.

Tahap pewarnaan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Setiap proses harus dilakukan dengan memperhatikan komposisi warna, teknik pencelupan, serta karakter kain agar warna yang dihasilkan sesuai dengan rancangan dan memiliki kualitas yang baik.

Bagi para mahasiswa, kegiatan magang tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Pengetahuan yang selama ini diperoleh di lingkungan akademik dapat dipertemukan dengan praktik nyata dalam pengelolaan usaha berbasis budaya.

Lebih dari sekadar mempelajari teknik produksi, para mahasiswa juga dapat melihat bagaimana sebuah produk budaya dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Mulai dari proses produksi, pengelolaan usaha, hingga upaya membangun daya saing produk batik.

Kehadiran mahasiswa magang juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan potensi lokal.

Di Kampung Batik Panca Mukti, proses pewarnaan menjadi ruang belajar bahwa sebuah karya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Warna yang tampak sederhana pada akhirnya merupakan hasil dari proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh mata.

Pewarnaan adalah tahap ketika kain mulai menemukan jiwanya. Di tangan para pembatik, warna bukan sekadar keindahan, tetapi bagian dari cerita yang akan dibawa oleh setiap helai kain.

Salam Canting.

Similar Posts