
Bengkulu Tengah — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Batik Panca Mukti, Bengkulu Tengah.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan berupa Pelatihan Press Release dan Pojok Edukatif. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola informasi, mendokumentasikan kegiatan, serta memperkenalkan potensi Kampung Batik Panca Mukti kepada masyarakat yang lebih luas.
Pelatihan press release memberikan pemahaman mengenai bagaimana sebuah kegiatan maupun potensi lokal dapat dikemas menjadi informasi yang menarik, informatif, dan memiliki nilai berita. Kemampuan tersebut dinilai penting bagi Kampung Batik Panca Mukti dalam membangun komunikasi publik dan memperkuat identitas Batik Sungai Lemau.
Sementara itu, keberadaan Pojok Edukatif menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan unsur pendidikan, budaya, dan masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan batik kepada berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata.
Sinergi antara FISIP UNIB dan Kampung Batik Panca Mukti menjadi contoh bagaimana dunia akademik dan masyarakat dapat saling memperkuat. Kampus membawa pengetahuan dan pendekatan akademik, sementara masyarakat menghadirkan pengalaman, tradisi, serta kearifan lokal.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, Kampung Batik Panca Mukti diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat pelestarian batik, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dan keluarga, tempat tradisi, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kebahagiaan dapat tumbuh secara berdampingan.
Pada akhirnya, kemajuan Kampung Batik Panca Mukti tidak hanya diukur dari jumlah kain yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa jauh pengetahuan, keterampilan, budaya, dan manfaat ekonomi dapat tumbuh bersama masyarakat.
Ketika kampus hadir di tengah masyarakat, ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Ia menjadi pengetahuan yang hidup, tumbuh, dan memberi manfaat.
Salam Canting.
