
Bengkulu — Aktivitas produksi di Kampung Batik Panca Mukti tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Kesibukan para pengrajin tidak sepenuhnya terlihat di tempat produksi karena sebagian besar tengah fokus mengikuti dua agenda penting yang menjadi bagian dari pengembangan usaha dan promosi Batik Sungai Lemau.
Agenda pertama adalah keikutsertaan Kampung Batik Panca Mukti dalam program pendampingan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) setelah dinyatakan lolos proses rekrutmen. Selama satu pekan, peserta mengikuti rangkaian Bootcamp WUBI sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan berbagai aspek bisnis, mulai dari peningkatan produksi, pengelolaan keuangan, hingga perluasan akses pasar. Bagi Kampung Batik Panca Mukti, kesempatan mengikuti program ini menjadi ruang untuk memperkuat manajemen usaha sekaligus mempersiapkan Batik Sungai Lemau agar semakin mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam program WUBI juga menjadi bentuk kepercayaan dan apresiasi terhadap potensi Kampung Batik Panca Mukti sebagai salah satu UMKM yang memiliki peluang untuk berkembang menjadi wirausaha unggulan.
Sementara itu, agenda kedua berkaitan dengan keikutsertaan Kampung Batik Panca Mukti dalam Festival Tabot 2025. Sebagai salah satu UMKM binaan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Kampung Batik Panca Mukti mendapatkan fasilitas stand pameran secara gratis selama 10 hari dalam rangkaian kegiatan Festival Tabot 2025.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan Batik Sungai Lemau kepada masyarakat yang hadir dalam salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Bengkulu tersebut.
Dua kegiatan yang berlangsung secara bersamaan membuat aktivitas produksi di Kampung Batik Panca Mukti untuk sementara tidak seramai biasanya. Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari proses pengembangan usaha.
Para pengrajin tidak hanya bekerja menghasilkan produk, tetapi juga terus belajar bagaimana mengelola usaha, memperluas jaringan, meningkatkan kualitas pemasaran, dan memperkenalkan Batik Sungai Lemau kepada pasar yang lebih luas.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, mengikuti Bootcamp WUBI sekaligus tampil dalam Festival Tabot 2025 merupakan dua kesempatan yang saling melengkapi: satu memperkuat kapasitas dari dalam, sementara yang lain memperluas pengenalan produk dari luar.
Diharapkan rangkaian pendampingan dan kesempatan promosi tersebut dapat semakin memperkuat posisi Batik Sungai Lemau sebagai produk budaya sekaligus produk ekonomi kreatif unggulan Bengkulu Tengah.
Produksi boleh berhenti sejenak, tetapi proses bertumbuh tidak boleh berhenti.
Salam Canting.
