
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti mendapat kehormatan menerima kunjungan Tim P3MD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat secara langsung kesiapan Kampung Batik Panca Mukti sebagai salah satu kandidat pilot project Smart Village.
Dalam kunjungan tersebut, tim melihat berbagai aktivitas dan potensi yang dimiliki Kampung Batik Panca Mukti, mulai dari kegiatan produksi batik, pemberdayaan masyarakat, pembelajaran bagi generasi muda, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Konsep Smart Village tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga bagaimana desa mampu mengembangkan potensi masyarakat, memperkuat tata kelola, meningkatkan perekonomian, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
Keberadaan Kampung Batik Panca Mukti menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam ekosistem tersebut. Batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pemberdayaan, dan promosi potensi desa.
Kunjungan Tim P3MD Kemendes PDT menjadi momentum untuk melihat sejauh mana berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, rencana menjadi pilot project Smart Village merupakan sebuah amanah sekaligus peluang untuk terus berbenah dan menghadirkan inovasi yang berpijak pada kekuatan masyarakat dan budaya lokal.
Desa yang cerdas bukan hanya desa yang terkoneksi dengan teknologi, tetapi desa yang mampu menghidupkan potensi warganya.
Ketika teknologi bertemu budaya, dan inovasi bertemu kearifan lokal, desa dapat tumbuh bukan hanya menjadi pintar, tetapi juga mandiri dan berdaya.
Salam Canting.
