SYAL BATIK KARYA SANTRI MA DARUSSALAM DIKENAKAN PARA TAMU KEHORMATAN

Bengkulu Tengah — Rasa haru dan bangga menyelimuti suasana ketika syal batik produksi para santri MA Darussalam Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Qur’an dikenakan oleh para tamu kehormatan dalam sebuah acara silaturahmi.

Syal tersebut merupakan hasil karya para santri yang selama ini belajar membatik di Kampung Batik Panca Mukti. Melalui proses pembelajaran yang panjang, para santri tidak hanya mempelajari teknik membatik, tetapi juga belajar tentang ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan nilai budaya yang terkandung di dalam setiap karya.

Momen semakin terasa istimewa ketika syal karya para santri tersebut melingkar di pundak Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama.

Bagi para santri dan pengrajin, penggunaan karya tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang telah mereka jalani. Sebuah karya yang lahir dari tangan para pelajar akhirnya mendapat kesempatan untuk dikenakan oleh para tokoh yang hadir dalam acara tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan membatik dapat menghasilkan karya nyata sekaligus menjadi media pembentukan karakter generasi muda.

Dari tangan para santri lahir sebuah syal. Dari syal itu lahir rasa bangga. Dan dari rasa bangga itulah tumbuh keyakinan bahwa warisan budaya akan terus memiliki penerus.

Syal itu mungkin hanya melingkar di pundak, tetapi bagi para santri, ia membawa cerita tentang proses belajar, doa, kesabaran, dan sebuah kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Salam Canting.

Similar Posts