
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti kembali mendapat kunjungan dari lingkungan akademik. Tim dari Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF), FKIP Universitas Bengkulu, hadir dalam rangka menindaklanjuti rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi para pelaku usaha mikro di Kampung Batik Panca Mukti.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan program pengabdian dengan mengangkat tema “Model Pelatihan Copywriting Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Digital Marketing pada Pelaku Usaha Mikro Kampung Batik Panca Mukti.”
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial (AI), dalam menghasilkan konten pemasaran yang lebih efektif.
Kemampuan copywriting dinilai penting bagi pelaku usaha karena kualitas sebuah produk perlu didukung dengan kemampuan menyampaikan cerita, keunggulan, dan nilai produk kepada calon konsumen. Dalam konteks batik, kemampuan tersebut juga dapat digunakan untuk menyampaikan sejarah, filosofi motif, proses produksi, serta nilai budaya yang terkandung dalam Batik Sungai Lemau.
Melalui pemanfaatan AI, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh dukungan dalam mengembangkan ide konten, menyusun narasi promosi, membuat deskripsi produk, serta mengoptimalkan komunikasi pemasaran melalui berbagai platform digital.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro tanpa meninggalkan karakter budaya lokal.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, penguatan kemampuan digital marketing menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan Batik Sungai Lemau kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketika teknologi bertemu tradisi, yang lahir bukan sekadar promosi, tetapi cara baru untuk menceritakan budaya kepada dunia.
Salam Canting.
