AHAD PAGI, IBU-IBU MUDA KAMPUNG BATIK PANCA MUKTI “BERGERAK” MELALUI CANTING

Bengkulu Tengah — Ahad pagi biasanya menjadi waktu bagi masyarakat untuk berolahraga dan menjaga kebugaran. Namun, suasana berbeda terlihat di Kampung Batik Panca Mukti. Sejumlah ibu-ibu muda justru mengawali pagi dengan aktivitas membatik.

Bagi mereka, membatik bukan sekadar kegiatan produksi untuk menghasilkan selembar kain. Aktivitas tersebut menjadi proses yang membutuhkan ketekunan, konsentrasi, kesabaran, dan kreativitas.

Dengan canting di tangan, para pengrajin menorehkan malam mengikuti pola yang telah dirancang. Setiap garis membutuhkan ketelitian agar motif tetap terjaga dan hasil akhir memiliki kualitas yang baik.

Aktivitas membatik juga menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan memperkuat identitas budaya lokal. Para ibu tidak hanya menjalankan keterampilan yang diwariskan, tetapi juga menjadi bagian dari proses regenerasi pengrajin di Kampung Batik Panca Mukti.

Di tengah kehidupan yang terus bergerak dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi dapat tetap hidup apabila hadir dalam keseharian masyarakat.

Bagi Kampung Batik Panca Mukti, keterlibatan perempuan dalam produksi batik juga memiliki nilai penting dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Keterampilan membatik dapat menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai tambah sekaligus menjaga keberlanjutan budaya.

Ahad pagi pun menjadi lebih dari sekadar awal pekan. Di antara suara canting dan gerakan tangan yang perlahan, para ibu muda sedang merawat sebuah warisan agar tetap hidup.

Jika senam menggerakkan tubuh, maka membatik menggerakkan pikiran, hati, dan kreativitas.

Pagi ini mereka tidak hanya menorehkan malam di atas kain, tetapi juga menorehkan sejarah bagi generasi yang akan datang.

Salam Canting.

Similar Posts