
Bengkulu Tengah — Upaya mendorong pertumbuhan industri batik di Kabupaten Bengkulu Tengah terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi Anggota DPR RI Komisi VII, Ibu Erna Sari Dewi, bersama mitranya, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dengan para pengrajin batik di Bengkulu Tengah.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Batik di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas para pengrajin sekaligus mendorong Batik Sungai Lemau agar semakin berkembang sebagai produk unggulan daerah.
Dukungan tersebut dinilai penting karena perkembangan industri batik tidak hanya membutuhkan keterampilan membatik, tetapi juga peningkatan kualitas produksi, kapasitas usaha, inovasi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Bagi para pengrajin di Kampung Batik Panca Mukti, kehadiran pemerintah dan mitra strategis menjadi ruang untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan produk Batik Sungai Lemau.
Seiring dengan berbagai program pendampingan dan pengembangan yang telah dilakukan, Batik Sungai Lemau terus menunjukkan perkembangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi. Para pengrajin juga terus berupaya mempertahankan karakter dan filosofi motif sebagai identitas budaya Bengkulu Tengah.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dunia industri, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
Pengembangan industri batik bukan semata-mata tentang menghasilkan lebih banyak kain, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi, memperkuat identitas daerah, dan memastikan keterampilan membatik dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari tangan para pengrajin, Batik Sungai Lemau terus tumbuh menjadi karya yang membawa cerita tentang budaya, kreativitas, dan harapan masyarakat Bengkulu Tengah.
Ketika pemerintah bergandeng tangan dengan pengrajin, yang tumbuh bukan hanya industri, tetapi juga harapan dan masa depan budaya daerah.
Salam Canting.
