
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti kembali mendapat kunjungan dari dunia pendidikan. Rombongan tenaga pendidik dari SMP Islam Unggulan Al Azhar hadir untuk melakukan survei sekaligus melihat secara langsung potensi kegiatan pembelajaran di Kampung Batik Panca Mukti.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan rencana Outing Class yang akan dilaksanakan di lingkungan Kampung Batik Panca Mukti. Para pendidik melihat secara langsung aktivitas membatik, fasilitas yang tersedia, serta berbagai materi edukatif yang dapat dikembangkan bagi para peserta didik.
Outing Class di Kampung Batik Panca Mukti diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar di luar ruang kelas. Para siswa nantinya dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik, memahami filosofi motif, serta melihat secara langsung aktivitas para pengrajin.
Pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman nyata. Mereka tidak hanya membaca tentang budaya dari buku, tetapi dapat melihat, menyentuh, dan bahkan mempraktikkan proses membatik secara langsung.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan sentra batik sebagai ruang edukasi budaya yang dapat mempertemukan tradisi, pendidikan, kreativitas, dan pengalaman belajar generasi muda.
Kelas tidak selalu harus memiliki empat dinding. Kadang, sehelai kain, sebuah canting, dan tangan seorang pengrajin mampu menjadi guru yang mengajarkan sejarah, kesabaran, kreativitas, dan cinta budaya.
Salam Canting.
