
Bengkulu Tengah — Para santri yang mengikuti pembelajaran membatik di Kampung Batik Panca Mukti mendapat kesempatan mengikuti pertemuan khusus yang difasilitasi oleh Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI).
Dalam kegiatan tersebut, para santri dipertemukan dengan Dheni Nugroho, Owner Guru Batik Yogyakarta, untuk mendapatkan pembelajaran dengan materi “Menggambar dan Menulis Cerita Batik”.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan para santri bahwa membatik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membuat motif di atas kain, tetapi juga bagaimana memahami, menggali, dan menyampaikan cerita yang terdapat di balik sebuah karya batik.
Melalui materi menggambar, para santri didorong untuk menuangkan gagasan dan kreativitas ke dalam bentuk visual. Sementara melalui kegiatan menulis cerita batik, mereka diajak memahami bahwa setiap motif dapat memiliki latar belakang, makna, filosofi, maupun pesan yang dapat disampaikan kepada masyarakat.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil dalam proses membatik, tetapi juga mampu menjadi pencerita dan penjaga nilai budaya yang terkandung dalam Batik Sungai Lemau.
Kehadiran praktisi batik dari Yogyakarta juga memberikan pengalaman baru bagi para santri untuk belajar langsung dari pelaku industri dan mendapatkan perspektif mengenai perkembangan batik di luar Bengkulu Tengah.
Kolaborasi yang difasilitasi APPBI tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan pembelajaran membatik di Kampung Batik Panca Mukti. Dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku industri dapat saling terhubung untuk menciptakan proses regenerasi pembatik yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami nilai budaya di balik karya.
Menggambar motif adalah awal. Menulis ceritanya membuat batik memiliki jiwa.
Salam Canting.
