
Bengkulu Tengah — Proses pembuatan Batik Sungai Lemau tidak berhenti pada kegiatan mencanting dan mewarnai kain. Di balik selembar batik yang siap digunakan, terdapat rangkaian tahapan yang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran dari para pengrajin.
Salah satu tahapan penting adalah proses fiksasi, yaitu tahapan untuk membantu mengikat dan menstabilkan warna pada kain. Dalam proses pewarnaan tertentu, penggunaan waterglass atau natrium silikat dapat berperan dalam membantu proses pengikatan warna sehingga warna lebih kuat dan tidak mudah luntur atau rembes.
Karena proses fiksasi membutuhkan waktu, pekerjaan yang dilakukan para pengrajin hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilakukan pada hari sebelumnya.
Dengan demikian, kain yang dilorod hari ini merupakan hasil dari proses fiksasi yang dilakukan kemarin. Sementara kain yang difiksasi hari ini akan memasuki tahapan berikutnya pada hari selanjutnya. Siklus tersebut terus berlangsung secara berkesinambungan.
Pola kerja tersebut membuat aktivitas produksi di Kampung Batik Panca Mukti dapat berjalan setiap hari. Setiap hari terdapat tahapan yang dikerjakan dan setiap tahapan menghasilkan perkembangan baru pada kain yang sedang diproses.
Hal tersebut sekaligus menjawab mengapa proses membatik tidak dapat dilihat hanya dari hasil akhir. Selembar kain membutuhkan perjalanan panjang sebelum akhirnya menjadi produk yang siap digunakan.
Mulai dari persiapan kain, pencantingan, pewarnaan, fiksasi, pelorodan, pencucian, pengeringan hingga tahap akhir, seluruh proses membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Bagi para pengrajin, membatik bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Hari ini adalah kelanjutan dari pekerjaan kemarin dan menjadi persiapan untuk menghasilkan karya pada hari berikutnya.
Inilah yang membuat aktivitas di Kampung Batik Panca Mukti terus berjalan. Meskipun satu kain belum selesai dalam satu hari, selalu ada proses yang dikerjakan dan selalu ada hasil yang dapat dilihat.
Setiap hari ada proses. Setiap proses ada hasil. Dan dari proses yang terus berjalan, lahirlah karya yang menjaga Batik Sungai Lemau tetap hidup.
Salam Canting.
