
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti kembali mendapat kunjungan dari Universitas Bengkulu (UNIB) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini membawa semangat baru untuk mendorong pengembangan Batik Sungai Lemau agar semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, perhatian diarahkan pada tiga aspek penting, yaitu branding, storytelling, dan digital marketing. Ketiganya menjadi bagian strategis dalam membangun identitas produk sekaligus menyampaikan nilai dan cerita yang terkandung di balik setiap karya Batik Sungai Lemau.
Branding tidak hanya berkaitan dengan nama dan tampilan produk, tetapi bagaimana sebuah batik memiliki identitas yang kuat dan mudah dikenali. Sementara melalui storytelling, sejarah, filosofi, proses, serta perjuangan para pengrajin dapat disampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan menarik.
Digital marketing kemudian menjadi jembatan untuk membawa cerita tersebut keluar dari lingkungan produksi menuju ruang digital dan pasar yang lebih luas.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, kehadiran perguruan tinggi dalam program pengabdian seperti ini menjadi bentuk nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat. Ilmu yang dimiliki perguruan tinggi dipertemukan dengan pengalaman para pengrajin yang telah bertahun-tahun menjaga tradisi.
Sebab, batik yang indah membutuhkan cerita agar dikenali, identitas agar diingat, dan strategi agar mampu menjangkau lebih banyak orang.
Dari canting lahir karya, dari cerita lahir makna, dan melalui teknologi, Batik Sungai Lemau dapat membawa identitas Bengkulu Tengah semakin jauh.
Salam Canting.
