SANTRI PRODUKSI SARUNG BATIK SUNGAI LEMAU DENGAN PERPADUAN MOTIF TRUNTUM

Bengkulu Tengah — Aktivitas membatik di Kampung Batik Panca Mukti terus berlangsung. Selain para pengrajin yang setiap hari menjalankan proses produksi, para santri juga terlihat tekun mengerjakan Sarung Batik Sungai Lemau (BSL).

Para santri duduk berbaris dengan perhatian tertuju pada kain yang sedang dikerjakan. Dengan canting di tangan, mereka menorehkan malam secara perlahan dan penuh ketelitian. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses produksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah keterampilan membatik.

Pada produksi kali ini, para santri menggarap motif yang memadukan karakteristik Batik Sungai Lemau sebagai identitas budaya Bengkulu Tengah dengan motif Truntum yang memiliki sejarah dan filosofi tersendiri dalam tradisi batik Nusantara.

Perpaduan tersebut menjadi bentuk kreativitas dalam mengembangkan produk batik tanpa meninggalkan karakter budaya lokal. Motif Batik Sungai Lemau tetap menjadi bagian penting sebagai identitas daerah, sementara motif Truntum memberikan sentuhan nilai budaya yang memperkaya karya.

Proses tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran membatik dapat berjalan beriringan dengan pengembangan produk. Para santri tidak hanya belajar teknik mencanting, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya memahami motif, filosofi, komposisi, dan identitas budaya dalam menciptakan sebuah karya.

Bagi Kampung Batik Panca Mukti, keterlibatan para santri merupakan bagian dari upaya membangun regenerasi pembatik. Keterampilan yang dipelajari hari ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk terus menjaga dan mengembangkan Batik Sungai Lemau di masa mendatang.

Setiap tetes malam membentuk motif. Setiap motif membawa identitas. Dan setiap tangan muda yang belajar mencanting adalah harapan agar warisan budaya tetap hidup.

Salam Canting.

Similar Posts