
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti kembali mendapat kunjungan istimewa. Kali ini, Senator Republik Indonesia, Apt. Destita Khairilisani, M.S.M., hadir untuk melihat secara langsung aktivitas membatik sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan budaya dan Batik Sungai Lemau.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Kehadiran Senator RI tanpa seremoni yang berlebihan membuka ruang dialog yang lebih dekat bersama pengrajin dan pengelola Kampung Batik Panca Mukti.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada batik sebagai produk kerajinan, tetapi berkembang pada isu yang lebih luas, yaitu budaya, ekonomi masyarakat, identitas daerah, dan peradaban.
Batik dipandang memiliki posisi penting sebagai salah satu media yang dapat mempertemukan nilai budaya dan kehidupan masyarakat. Setiap motif yang diciptakan melalui proses panjang dapat menjadi representasi sejarah, kearifan lokal, serta nilai-nilai yang diwariskan antargenerasi.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai perkembangan dan tantangan yang dihadapi para pengrajin dalam menjaga keberlanjutan Batik Sungai Lemau.
Dialog tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan batik tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga perhatian terhadap pelestarian nilai, penguatan sumber daya manusia, perlindungan kekayaan intelektual, serta perluasan akses pasar.
Kehadiran tokoh negara di tengah aktivitas pengrajin menjadi bentuk perhatian terhadap potensi budaya lokal yang terus berkembang di Bengkulu Tengah.
Dari selembar kain, lahir percakapan tentang budaya. Dari sebuah motif, terbuka pembicaraan tentang sejarah. Dan dari tangan pengrajin, warisan budaya terus ditulis dengan warna, ketekunan, dan kesabaran.
Salam Canting.
