
Bengkulu Tengah — Kampung Batik Panca Mukti mendapat kesempatan menjadi bagian dari program Info Desa TVRI, Media Pemersatu Bangsa. Kegiatan peliputan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan membahas berbagai potensi serta upaya pengembangan Batik Sungai Lemau sebagai bagian dari identitas budaya Bengkulu Tengah.
Dalam proses peliputan tersebut, sejumlah topik dibahas, mulai dari pengembangan batik, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan motif Batik Sungai Lemau. Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah Hak Indikasi Geografis sebagai salah satu instrumen perlindungan terhadap produk yang memiliki karakteristik dan reputasi yang berkaitan dengan wilayah geografis tertentu.
Pembahasan tersebut mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang menjadi salah satu dasar hukum dalam perlindungan merek dan indikasi geografis di Indonesia.
Selain perlindungan kekayaan intelektual, peliputan juga membahas pemanfaatan motif Batik Sungai Lemau. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah telah menetapkan ketentuan mengenai Batik Khas Bengkulu Tengah melalui Peraturan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Batik Khas Bengkulu Tengah.
Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan dalam memperkuat keberadaan dan pemanfaatan motif batik khas daerah, sekaligus mendorong agar identitas budaya Bengkulu Tengah dapat digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Bagi Kampung Batik Panca Mukti, peliputan TVRI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih luas keberadaan Batik Sungai Lemau, tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya dan potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui publikasi media, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami bahwa di balik sebuah motif batik terdapat identitas daerah, filosofi, proses kreatif, serta para pengrajin yang terus menjaga keberlangsungannya.
Kegiatan peliputan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Dengan adanya pemahaman tersebut, pengembangan Batik Sungai Lemau diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keaslian, identitas, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dari Kampung Batik Panca Mukti, cerita tentang Batik Sungai Lemau terus disampaikan kepada masyarakat melalui layar dan media.
Salam Canting.
